Selasa, 02 Desember 2014

"Aku"



Aku...

Aku sebuah sebutan untuk seorang diri yang mewakili untuk menyebutkan dirinya. Aku ya Aku,  Aku tidak akan pernah menjadi dia, kamu, engkau, dan mereka., karna Aku selamanya akan tetap Aku. Ini kalimat sungguh ambigu(bermakna ganda) bukan maksudnya mengarah ke sifat tapi lebih ke sebuah panggilan pernyataan.
Baiklah, inilah aku....
Namaku “Rini Falianda”, Aku lahir didunia ini pada hari senin tanggal 17 januari 2000. Aku anak ke-4 dari empat bersaudara., Aku termasuk beruntung menjadi anak ke4dari empat bersaudara ini, karna kenapa?karna aku mempunya satu kakak laki-laki, dua kakak perempuan , Aku beruntung karna aku mempunyai saudara yang lengkap bukan? Ya aku memang beruntung untuk soal itu tetapi tidak seberuntung yang kalian bayangkan. Aku tetap harus bersyukur karna hanya itulah wujud trimakasih Ku pada Tuhan Yang Maha Esa. Karna manusia tidak akan pernah mencapai titik kepuasaannya selalu saja merasa kurang itu kenapa hanya dengan bersyukur suatu bentuk terimakasih pada-Nya.
Aku adalah Aku, Aku tidak akan pernah menjadi siapapun.Aku adalah seorang anak yang berambisi kuat, bahkan untuk sesuatu yg ku mau pun harus kupinta dengan orang tua ku dengan memaksa kalau tidak terkabul yah aku mengamuk ke mereka siapapun itu orang nya, itu kenapa orangtua Ku lebih memahami diriku, karna mereka orangtua ku dan pasti mereka akan memahami anak-anaknya. Karna aku tumbuh dengan ambisi-ambisi Ku, Aku selalu ingin mewujudkannya. Menjadi juara kelas ketika SD(Sekolah Dasar) itulah ambisiku dan alhasil aku berhasil, orangtua mana  yang tidak bahagia melihat anaknya menjadi juara terus, dengan begitu mereka juga mau menuruti keinginan-keinginan ku. Tapi karna itu sifat burukku baru saja ku bentuk.
Aku tumbuh menjadi anak yang supel mudah bergaul tapi menutup diri. Aku akui aku tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang cantik,dan bisa dibilang smart, dari pada cantik Aku lebih suka dibilang smart. Aku selalu ingin dianggap orang ada,selalu ingin menjadi yang diatas, tak luput dari ambisi-ambisiku Aku seringkali jatuh. Karna pada hakekatnya roda itu berputar, dan aku seringkali mengalami jatuh bangun karna ambisiku. Karna jatuh aku harus menata lagi perasaanku. Menurut yang aku alami selama 14tahun ini
Aku adalah seorang gadis remaja yang beranjak yang masih mencari-cari jati diri, yah seperti anak remaja lainnya. Aku adalah remaja yang dulunya menantikan kebebasan dan kepercayaan orangtua Ku, dan sekarang semua nya sudah kudapat. Aku mulai menjelajah,bertindak, apa yang aku mau., tapi semuanya tak luput dari pengawasan orangtuaku.
Cita-cita muliaku adalah ingin membahagiakan kedua orang tuaku, aku sangat menyayanginya, aku ingin menjadi orang sukses yg dipandang oleh semua orang, mungkin sekarang aku ibaratkan seperti ulat yg menjijikkan bagi setiap orang yg melihatnya tp esok aku akan berubah menjadi kupu-kupu yg cantik yg disenangi oeh setiap orang yg melihatnya dan saat itulah kututuran kata terimakasihku kepada kalian yg telah mengejekku, meremehkanku, dan merendahkanku karena dari situlah aku termotivasi untuk maju, takkan satupun kubiarkan orang lain menghina kluargaku.
Aku adalah aku........                                                                                                                                                     Aku bukanlah seseorang yg paham dengan hukum agama tp aku mencoba untuk menjalani apa yg telah menjadi kewajibanku sebagai seorang muslim. Menjadi seorang muslimah itu memang cita-citaku. Semogah kelak kenginanku ini tercapai.

“Yaallah jika kebrhasilanku masih lama tolong panjangkanlah umur kedua orangtuaku tp jika umur kedua orang utuaku tdk seperti apa yg aku harapkan tolong percepat keberhasilanku agar mereka merasakan atas apa yg telah capai, yaitu kesuksesan.”

Cerita Cinta Beda agama









Assalamualaikum wr.wb.
Saudara-saudaraku yg saya cintai siapapun itu yg sedang membaca blog saya, ini hanyalah kisah tentang cinta beda agama saya membuat ini berdasarkan pengalaman atas apa yg telah saya alami,semogah setelah kalian membaca kisah ini kalian dpt memikirkan bagaimana kedepannya hub kalian,jika seseorang benar” mencintai dia pasti rela mengorbankan apa saja termasuk agamanya . Tuhan menciptakan umatnya yg berbeda untuk bersatu. Lantas bagaimana dgn yg mencintai beda agama, apakah mereka salah?. Aku bukanlah seorang yg paham dgn hukum agama tp aku mencoba melakukan apa yg seharusnya aku lakukan dlm agamaku. Inilah kisahku...