Aku...
Aku sebuah sebutan untuk
seorang diri yang mewakili untuk menyebutkan dirinya. Aku ya Aku, Aku tidak
akan pernah menjadi dia, kamu, engkau, dan mereka., karna Aku selamanya akan
tetap Aku. Ini kalimat sungguh ambigu(bermakna ganda) bukan maksudnya
mengarah ke sifat tapi lebih ke sebuah panggilan pernyataan.
Baiklah, inilah aku....
Namaku “Rini Falianda”, Aku
lahir didunia ini pada hari senin tanggal 17 januari 2000. Aku anak ke-4 dari
empat bersaudara., Aku termasuk beruntung menjadi anak ke4dari empat bersaudara
ini, karna kenapa?karna aku mempunya satu kakak laki-laki, dua kakak perempuan ,
Aku beruntung karna aku mempunyai saudara yang lengkap bukan? Ya aku memang
beruntung untuk soal itu tetapi tidak seberuntung yang kalian bayangkan. Aku
tetap harus bersyukur karna hanya itulah wujud trimakasih Ku pada Tuhan Yang
Maha Esa. Karna manusia tidak akan pernah mencapai titik kepuasaannya selalu
saja merasa kurang itu kenapa hanya dengan bersyukur suatu bentuk terimakasih
pada-Nya.
Aku
adalah Aku, Aku tidak akan pernah menjadi siapapun.Aku
adalah seorang anak yang berambisi kuat, bahkan untuk sesuatu yg ku mau pun
harus kupinta dengan orang tua ku dengan memaksa kalau tidak terkabul yah aku
mengamuk ke mereka siapapun itu orang nya, itu kenapa orangtua Ku lebih
memahami diriku, karna mereka orangtua ku dan pasti mereka akan memahami
anak-anaknya. Karna aku tumbuh dengan ambisi-ambisi Ku, Aku selalu ingin
mewujudkannya. Menjadi juara kelas ketika SD(Sekolah Dasar) itulah ambisiku dan
alhasil aku berhasil, orangtua mana yang
tidak bahagia melihat anaknya menjadi juara terus, dengan begitu mereka juga
mau menuruti keinginan-keinginan ku. Tapi karna itu sifat burukku baru saja ku
bentuk.
Aku tumbuh menjadi anak yang
supel mudah bergaul tapi menutup diri. Aku akui aku tumbuh menjadi seorang
gadis remaja yang cantik,dan bisa dibilang smart, dari pada cantik Aku lebih
suka dibilang smart. Aku selalu ingin dianggap orang ada,selalu ingin menjadi
yang diatas, tak luput dari ambisi-ambisiku Aku seringkali jatuh. Karna pada
hakekatnya roda itu berputar,
dan aku seringkali mengalami jatuh
bangun karna ambisiku. Karna jatuh aku harus menata lagi perasaanku. Menurut
yang aku alami selama 14tahun ini
Aku adalah seorang gadis
remaja yang beranjak yang masih mencari-cari jati diri, yah seperti anak remaja
lainnya. Aku adalah remaja yang dulunya menantikan kebebasan dan kepercayaan
orangtua Ku, dan sekarang semua nya sudah kudapat. Aku mulai
menjelajah,bertindak, apa yang aku mau., tapi semuanya tak luput dari pengawasan
orangtuaku.
Cita-cita muliaku adalah
ingin membahagiakan kedua orang tuaku, aku sangat menyayanginya, aku ingin
menjadi orang sukses yg dipandang oleh semua orang, mungkin sekarang aku
ibaratkan seperti ulat yg menjijikkan bagi setiap orang yg melihatnya tp esok
aku akan berubah menjadi kupu-kupu yg cantik yg disenangi oeh setiap orang yg
melihatnya dan saat itulah kututuran kata terimakasihku kepada kalian yg telah
mengejekku, meremehkanku, dan merendahkanku karena dari situlah aku termotivasi
untuk maju, takkan satupun kubiarkan orang lain menghina kluargaku.
Aku adalah aku........
Aku
bukanlah seseorang yg paham dengan hukum agama tp aku mencoba untuk menjalani
apa yg telah menjadi kewajibanku sebagai seorang muslim. Menjadi seorang
muslimah itu memang cita-citaku. Semogah kelak kenginanku ini tercapai.
“Yaallah jika kebrhasilanku masih lama
tolong panjangkanlah umur kedua orangtuaku tp jika umur kedua orang utuaku tdk
seperti apa yg aku harapkan tolong percepat keberhasilanku agar mereka
merasakan atas apa yg telah capai, yaitu kesuksesan.”